Tahukah Kamu? Inilah Fakta Unik Perayaan Waisak

Waisak atau Vesakha (bahasa Pali) atau Vaisakha (bahasa Sansekerta) merupakan hari raya umat Budha. Di Indonesia sendiri, Candi Borobudur menjadi tempat untuk merayakan hari suci ini selain di vihara-vihara Budha. Bahkan untuk kamu yang non-Budha pun dapat menyaksikan perayaan Waisak ini di Candi Borobudur. Bicara soal Waisak itu sendiri, tahukah kamu mengenai fakta unik dari perayaan hari suci tersebut? Yuk tambah pengetahuanmu mengenai fakta unik perayaan Waisak di bawah ini.

Tiga peringatan penting dalam Budha

Di Hari Raya Waisak, ternyata ada 3 perayaan di dalamnya yaitu kejadian-kejadian penting yang dialami oleh Sidharta Gautama. Apa saja itu? Yang pertama ialah kelahiran Sidharta Gautama di Taman Lumbini tahun 623 SM. Sedangkan kejadian yang kedua ialah Sidharta mencapai Penerangan Agung yang kemudian diangkat menjadi Budha di Bodhgaya. Kala itu, Sidharta berumur 35 tahun pada 388 SM. Yang terakhir ialah wafatnya Budha Gautama di usia 80 tahun (543 SM) di Kusinara.

Tradisi Pindapata

Dalam perayaan Waisak, terdapat pula tradisi yang disebut dengan Pindapata. Kata Pindapata sendiri memiliki arti bersedekah dan inilah sebuah ritual keagamaan yang dilakukan oleh para penganutnya dengan memberikan sedekah dengan memasukkan amplop ke dalam wadah yang dibawa oleh para biksu. Tradisi ini telah dilakukan sejak zaman dahulu dan bisa menjadi salah satu wisata budaya untuk wisatawan.

Perayaan Waisak di Borobudur

Sebagai candi Budha, tentu saja Borobudur menjadi tempat untuk merayakan Vesakha ini. Setiap tahunnya ada berbagai ritual yang dilakukan oleh para umat Budha di candi ini. Salah satunya ialah pelepasan lampion di malam hari. Keindahan ribuan lampion yang diterbangkan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Hari Vaiskha.

Adanya ritual penghormatan

Ritual penghormatan yang disebut sebagai Pradaksina pun dilakukan di Candi Borobudur. Dalam ritual ini, umat Budha akan berkeliling candi sebanyak 3 kali searah jarum jam. Tradisi tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai sebuah penghormatan yang diberikan kepada para Budha dan juga Bodhisattva atas jasa-jasanya.

Ritual pelepasan burung dan memandikan patung Budha

Ada pula ritual lainnya yang dilakukan dalam Hari Raya Waisak yaitu pelepasan burung dari sangkar dan memandikan patung Budha. Pelepasan burung menyimbolkan sebuah kebebasan. Untuk ritual memandikan patung Budha ini sendiri, tradisi tersebut merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh umat Budha.

Ternyata ada berbagai macam hal unik dari perayaan Hari Waisak. Untuk kamu yang merayakannya, semoga perayaan ini membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya. Selalu bisa memberikan manfaat bagi sesama dengan menyebarkan kebaikan, misalnya ialah dengan memulai bisnis yang memberikan manfaat untuk lingkunganmu bersama Tokodistributor.com. Klik link RESELLER atau SUPPLIER berikut dan bergabunglah menjadi pebisnis di platform e-commerce ini sekarang!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: