Lagi Nunggu THR? Simak Asal Usul Tradisi Bagi-bagi THR Lebaran

Selain mudik ke kampung halaman, apalagi yang biasanya ditunggu-tunggu menjelang lebaran? Jawabannya pasti THR. Ya, Tunjangan Hari Raya atau yang biasa disingkat sebagai THR ini adalah salah satu yang paling ditunggu oleh para pegawai saat menjelang lebaran. Tradisi THR ini memang sudah menjadi ikon lebaran di Indonesia, tapi apakah kamu tahu kalau dulu THR hanya diberikan khusus untuk PNS saja? Kalau kamu belum tahu, yuk simak asal usul tradisi bagi-bagi THR saat lebaran di Indonesia.

Digagas Oleh Menteri Dalam Negeri

Asal usul tradisi bagi-bagi THR saat lebaran diawali oleh tokoh Masyumi yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri ke-6 bernama Bapak Soekiman Wirjosandjojo. Pada saat itu, Bapak Soekiman memiliki keinginan untuk mensejahterakan para pamong praja atau saat ini dikenal sebagai PNS dengan pemberian THR kepada mereka selain pemberian beras yang diberikan setiap bulannya. Para pamong praja kala itu diberikan uang Rp 125 sampai Rp 200 rupiah saat menjelang lebaran oleh Bapak Soekiman. Kecil ya nominalnya? Tapi pada tahun 1952 uang beberapa ratus rupiah itu setara dengan Rp 1.100.000 sampai Rp 1.750.000.

Dianggap Tidak Adil oleh Buruh

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa Bapak Soekiman hanya memberikan THR kepada pamong praja saja, maka para buruh menganggap hal itu tidak adil untuk mereka. Para buruh sampai menuduh bahwa pemberian THR untuk pamong praja dilakukan oleh Bapak Soekiman karena ada unsur politik, fyi saat itu PNS berasal dari kaum-kaum priyayi dan kaum ningrat. Para buruh menyangka Soekiman menyogok para PNS untuk memberi dukungan kepadanya. Para buruh pun menuntut hak yang sama dengan para pamong praja supaya kehidupan mereka lebih sejahtera. Maka dari itu buruh-buruh kerja pun melakukan demo pada tanggal 13 Februari 1952.

THR Dicantumkan dalam Undang-Undang

Saat ini THR sudah menjadi salah satu perhatian negara untuk para pegawai kerja dari semua kalangan mulai dari buruh sampai PNS. Hal ini sudah dicantumkan dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Nominal THRpun sudah ditetapkan dalam undang-undang tersebut yang disebutkan bahwa pegawai yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun akan mendapatkan THR sebesar 1 bulan gaji, dan jika belum 1 tahun bekerja maka mendapatkan THR yang sudah disesuaikan oleh perusahaan.

Jadi, berterimakasihlah pada Bapak Soekiman karena perjuangan beliau kita jadi bisa merasakan tradisi THR setiap tahun. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan asal usul adanya THR? Untuk kamu yang masih galau nungguTHR dari kantor, lebih baik kamu kumpulkan THR kamu sendiri dari Tokodistributor.com. Disini kamu bisa berbisnis sesuai dengan keinginan dan pastinya keuntungan yang kamu dapat bisa kamu jadikan sebagai uang THR. So, tunggu apalagi yuk gabung menjadi RESELLER dengan klik linknya sekarang!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: