Tahukah Kamu Apa Itu E-Commerce B2B?

Pernahkah kamu mendengar mengenai e-commerce B2B? Ya, inilah salah satu jenis e-commerce yang berkembang di Indonesia. Memang tidak banyak e-commerce yang memiliki konsep bisnis yang satu ini, kebanyakan dari mereka memilih konsep B2C atau business to customer. Jika kamu belum memahami keduanya, jangan khawatir, kamu bisa temukan penjelasan singkatnya mengenai konsep bisnis B2B dan B2C.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai konsep B2B, kamu sebaiknya memahami dahulu tentang konsep B2C. Inilah sebuah konsep yang paling banyak dilirik para pebisnis karena keuntungan yang cepat diperoleh apabila mereka bisa menerapkan strategi marketing yang tepat. Target marketing dari B2C ialah konsumen sebagai end user.

Kemudian, bagaimana dengan knsep bisnis B2B? Untuk lebih jelasnya, berikut daftar karakteristik B2B yang harus kamu tahu.

Apa Itu Business to Business (B2B)?

E-Commerce B2B

E-Commerce B2B

Pembelian barang secara grosir

Berbeda dengan B2C, B2B memiliki target market perusahaan atau pebisnis yang akan menjual kembali produk yang mereka beli. Dengan kata lain, pembelian produk dilakukan secara grosir bukan satuan seperti pada konsep B2C. Karena hal inilah pebisnis B2B biasanya akan memberikan syarat minimum order kepada konsumennya. Mengenai strategi marketingnya sendiri juga berbeda karena memang target pasar yang dibidik bukan para end users.

Multiple decision maker

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika target market B2B ialah konsumen yang akan membeli barang secara grosir dan kebanyakan diantaranya ialah paerusahaan. Karena itulah pembelian produk dilakukan atas pertimbangan lebih dari 1 orang. Misalnya saja ialah sebuah perusahaan membutuhkan peralatan kantor, tentu saja divisi yang bersangkutan akan mencari supplier terbaik dengan pertimbangan dari beberapa pihak.

Harga produk yang bervariasi

Apa artinya? Harga produk yang ditawarkan dalam bisnis B2B lebih bervariasi dalam artian semakin banyak barang yang dibeli, hal tersebut juga akan mempengaruhi harga barang yang menjadi semakin rendah. Misalnya ialah pembelian 5 barang akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan pembelian 50 barang.

Hubungan kerjasama yang lama

Jika dalam B2C, hubungan kerjasama antara penyedia produk dengan konsumen hanya dilakukan dalam jangka pendek. Setelah konsumen mendapatkan barang yang diinginkan, artinya kerjasama berakhir. Tapi hal ini akan berbeda dengan B2B karena hubungan kerjasama bisa berlangsung dalam jangka waktu lebih lama. Itu tentu saja tergantung dari kualitas produk hingga pelayanan yang diberikan oleh penyedia produk.

Fokus pada pengiriman yang tepat waktu

Pengiriman yang tepat waktu jelas menjadi sesuatu yang sangat penting dalam bisnis B2B. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan dengan kepercayaan konsumen dengan penyedia produk. Jika kamu adalah pebisnis B2B, pastikan jika kamu mengirimkan produk tepat waktu. Selain itu, pastikan pula jika produk yang kamu kirim tersebut dikemas dengan rapi.

Saat ini, di Indonesia e-commerce B2B telah cukup berkembang sehingga konsumen yang ingin membeli produk secara grosir tidak perlu datang langsung ke pasar grosir konvensional. Adanya hal ini pun membantu banyak orang yang ingin berbisnis dengan lebih mudah.

Bicara soal memulai bisnis, kini telah hadir Tokodistributor sebagai e-commerce B2B yang akan mempertemukan para penyedia produk atau supplier dan pencari produk atau reseller seluruh Indonesia. Yang membuat Tokodistributor ini unik ialah kamu tidak perlu khawatir soal minimum order. Jadi, apakah kini kamu siap untuk sukses bareng Tokodistributor? Yuk daftar menjadi resellernya sekarang juga!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: