Kesalahan yang Sering Dilakukan Reseller Saat Berjualan di Media Sosial

Saat ini, berbisnis online memang memiliki peluang lebih besar untuk berkembang mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin maju. Dengan kemudahan bisnis online yang ditawarkan, tentu saja kamu bisa lebih mudah untuk mengembangkan bisnismu. Namun, nyatanya tidak banyak orang yang sukses berbisnis online. Tidak jarang banyak diantara mereka pada akhirnya gulung tikar karena sering melakukan kesalahan saat berjualan online.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Reseller Saat Berjualan di Media Sosial

Kesalahan yang Sering Dilakukan Reseller Saat Berjualan di Media Sosial

Untuk kamu yang akan berbisnis secara online khususnya para reseller, ada baiknya kamu mengetahui berbagai kesalahan yang biasanya dilakukan. Hindarilah kesalahan-kesalahan tersebut agar kamu bisa dapatkan omset penjualan tinggi. Let’s check them out!

Target pasar tidak jelas

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah kamu tidak memiliki target pasar yang jelas. Padahal target pasar merupakan hal penting yang menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis. Target pasar sendiri merupakan orang-orang yang berpotensi akan membeli produkmu. jika kamu memiliki target pasar yang cenderung tidak jelas, strategi marketing yang kamu gunakan tentu tidak akan memberikan hasil sesuai dengan keinginan.

Karena itulah hal yang harus kamu lakukan sebelum memulai jualan online ialah menentukan target pasar atau audience terlebih dahulu. Pastikan jika target pasarmu telah sesuai dengan produk yang kamu tawarkan. Misalnya ialah kamu menjual perhiasan, maka target audience yang tepat ialah para wanita. Agar lebih spesifik, kamu pun sebaiknya menentukan umur wanita yang akan menjadi targetmu sehingga kamu bisa dapatkan omset penjualan tinggi.

Setelah menentukan target pasar, kini saatnya kamu untuk berjualan di media sosial. Dengan target pasar tersebut, kamu bisa dengan lebih mudah menargetkan iklan di media sosial sehingga iklanmu menjadi lebih efektif. Itu artinya ialah budget online ads bisa lebih dipangkas.

Terlalu fokus pada follower

Ini lazim terjadi. Mayoritas reseller yang menjual produknya di social media terlalu fokus pada followers akun yang digunakan. Memang, memiliki follower yang banyak sebuah kebanggaan tersendiri karena orang akan melihat bahwa took onlinemu memiliki banyak peminat. Tapi hal ini jelas berbeda jika semua follower tersebut merupakan follower robot.

Kamu tentu tahu apa itu follower robot, bukan? Inilah follower tidak aktif dan biasanya dijual oleh penjual follower. Berbeda dengan follower aktif, follower robot semakin lama akan semakin berkurang. Tentu kamu tidak menginginkan hal ini, bukan?

Dengan kata lain, kamu jangan terlalu fokus dengan jumlah follower karena terkadang jumlah follower tidak akan menjamin omset penjualan yang tinggi. Jumlah follower sedikit tapi aktif jelas lebih baik daripada yang tidak aktif. Maka jika kamu membuka akun took online, carilah follower secara organic. Memang prosesnya lambat, tapi dengan begitu kamu bisa mendapatkan follower yang benar-benar tertarik dengan produkmu.

Deskripsi produk tidak jelas

Kesalahan yang satu ini bisa dibilang fatal. Banyak reseller yang menjual produknya melalui social media namun deskripsi produk yang dijualnya tidak jelas. Terlihat sepele memang, tapi banyak produk tidak dilirik konsumen karena tidak memiliki deskripsi yang jelas. Dalam hal ini, konsumen akan mencari info mengenai produk yang akan dibelinya, dengan deskripsi produk yang jelas tentu saja konsumen bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai produk tersebut.

Banyak produk yang tidak memiliki deskripsi jelas membuat konsumen urung membeli produk tersebut. Namun, bukan berarti bahwa kamu memberikan deskripsi produk secara asal dan tidak sesuai dengan produk karena hal ini pun akan menjadi boomerang bagimu. Konsumen akan kecewa dan mereka akan membuat testimoni produk yang negative.

Seperti yang kita tahu bahwa testimoni atau review pembelian yang buruk akan membuat konsumen tidak percaya denganmu. Akhirnya, target omset penjualan pun akan sulit atau bahkan tidak akan tercapai. Karena itulah kamu sebaiknya menambahkan deskripsi produk yang jelas dan juga lengkap sesuai dengan produk real.

Tidak introspeksi diri

Kesalahan lain yang biasanya dilakukan oleh para reseller adalah mereka tidak introspeksi diri dan membenahi kesalahan berbisnis. Banyak dari mereka saat menghadapi masalah justru mencari hal yang bisa disalahkan, bukan jalan keluar sehingga masalah akan semakin rumit yang bisa membuat bisnismu gulung tikar.

Salah satu masalah yang palings sering dialami ialah barang yang tidak laku. Banyak reseller yang sadar bahwa barang yang ia jual tidak laku dan sepi peminat, akan tetapi sangat sedikit di antara mereka yang mau instrospeksi diri, menelaah dan mencari tahu lebih dalam penyebab mengapa produknya tidak laku.

Dengan introspeksi, masalah diatas jelas bisa diselesaikan. Apakah ada masalah dari strategi marketing yang dilakukan atau target market yang salah atau deskripsi produk yang tidak lengkap. Jika telah menemukan penyebabnya, kini saatnya kamu untuk mencari solusi terbaik.

Jika kamu telah mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para reseller saat menjual produknya secara online, sekarang saatnya untuk memulai bisnismu. Untuk yang masih bingung dimana dan bagaimana cara menjadi reseller, gabung saja dengan Tokoditributor.

Inilah platform B2B yang akan memberikan kemudahan untuk para reseller untuk memulai bisnisnya. Mendapatkan produk harga terbaik hingga tersedianya system dropship merupakan sebagian kemudahan yang akan diberikan. Tentu kamu ingin mendapatkan kemudahan lainnya saat menjadi reseller Tokodistributor kan?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: